Tampilkan postingan dengan label deep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label deep. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Maret 2016

Almost 30.

I'm almost 30 y.o !!

It's been 30 years of,
Pain,
Sin,
Tears,
But also years of laughter !
None of it i regret.

Every memories left me something good,
Even bad things makes me better,
Everything i've lost during those years,
Give me some new reasons to be gratefull.

What i have now,
Is what i've choose yesterday.

So this morning i choose to embrace,
For every single shitty things,
That i might mad/sad/bad of.

Live life,
Love,
And love more.

#walaupeningmualmelilit
#carikegiatan
#trytosleep
#staypositive

Sabtu, 16 Januari 2016

I'm Not.

I wanna be your bestfriend,
So you will pick my telephone immediately,
Anywhere,
Anytime.

I wanna be your bestfriend,
So you will text me on your day and night,
No need to ask,
No need to rush.

I wanna be your bestfriend,
So you will concern of my social media status,
And worry if I'm alone,
Or have problem with people you don't know.

If only I'm your bestfriend,
Unfortunatelly,
I'm not.

(If only there's a way for me to apply to be your bestfriend. Where could i take the applications form?)

Kamis, 03 Desember 2015

Mencari Yang Terbaik.

Mungkin pernyataan ini terlalu "tua" untuk kusampaikan di usia ini, atau sebaliknya terlalu "dini" untuk kusimpulkan sekarang.

Bisa jadi ini cuma pemikiran sesaat yang bisa berubah besok pagi. Apapun itu,

Dalam pencarianku akan yang terbaik di sepanjang waktuku yang masih singkat ini. Orang datang dan pergi. Hal-hal kudapatkan dan kulepaskan. Ada jalan yang kupilih, dan ada yang kutinggalkan.

Ternyata yang terbaik bukanlah merelakan yang baik untuk mendapatkan yang terbaik. Namun yang terbaik adalah menikmati apa yang ada sekarang ini. Menikmati dengan sebaik-baiknya. Menghargai dengan segala upaya yang terbaik. Sehingga apapun yang dimiliki saat ini, pasti adalah yang terbaik.

#dontknowwhatyouvegottillitsgone
#markitdur

Minggu, 08 November 2015

Karena Cinta.

Lagi-lagi ku terluka karena cinta,
Mungkin terlalu besar ku berharap,
Tak cukup hanya cinta,
Berharap ada waktu tuk bersandar,
Lepas lelah dan resah,
Meniti lagi kenangan awal berjumpa.

Apakah ini namanya cinta?
Jika ada luka dan air mata,
Hati pun rasanya menciut ketakutan,
Dan tubuh berbalut bilur kekecewaan.

Apakah ini namanya cinta?
Jika tak ada rasamu berbagi,
Lidah pun kelu dan telinga serasa tuli,
Kau hanya ingin sendiri.

Aku lelah,
Kamu lelah,
Mengapa kita tidak saling berdekap?
Malahan menjauh dan berujar kasar.

Aku rindu,
Kamu.... entahlah,
Mengapa ku masih bertahan menanti?
Sementara kau lupa tuk kembali.

Kamis, 27 Agustus 2015

Doa Seorang Perempuan.

(Terinspirasi dari puisi Doa oleh Chairil Anwar)

Tuhan-ku yang Maha Baik,
Sesungguhnya lama kusimpan doa ini,
Karena tak kurasa layak menghampiri,
Tuk pinta sesuatu yang mungkin bukan tuk kumiliki.

Tuhan-ku yang Maha Pengasih,
Kau ajarkanku tuk selalu mengasihi,
Tuk mengampuni sebelum ku diampuni,
Tuk memberi walaupun ku tak diberi,
Dan dalam kenistaan hidupku yang fana,
Kuberusaha melakukan semua yang Kau ajarkan,
Sebagai wujud syukur atas surga yang Kau siapkan.

Namun seringkali,
Hanya luka dan pedih yang kumiliki,
Hanya caci maki atas semua ketidaksempurnaan ini,
Hanya penghakiman atas apa yang tidak bisa kuberi,
Ini tidak adil.

Tuhan-ku yang Maha Pengampun,
Ampunilah kelancanganku,
Namun bolehkah kupinta sesuatu,
Yang mungkin bukan tercipta untukku?

Karena sesungguhnya tak layak kumeminta,
Setelah semua yang Kau beri,
Yang tak pernah dapat kuhitung banyaknya.

Tuhan-ku yang Maha Kuasa,
Kirimkanlah malaikatmu ke bumi,
Hingga kudapat sahabat terbaik,
Penopang saat ku jatuh,
Pendengar yang baik,
Dan pecinta yang tulus hati.

Selasa, 25 Agustus 2015

Tak Bisa Berkhianat Selamanya.

Kau dan aku sama,
Sama-sama manusia,
Punya hati bisa mencinta,
Punya rasa bisa terluka.

Pada masa itu,
Ketika kau berkhianat,
Tertawa lepas di ujung sana,
Aku memang sungguh terluka,
Tapi bukankah sesungguhnya,
Kau sedang terhina?
Tak punya nilai.

Karena apalah arti janji,
Bila tak bisa ditepati?
Apalah arti memiliki,
Bila tak sudi memberi?

Dan pengkhianatan,
Bukanlah pemberian terindah,
Yang dapat diperjuangkan,
Oleh seorang pecinta.

Dan kalaupun kelak kan terulang,
Mungkin tak sengaja kau terjerembab,
Yakinlah kau tak bisa berkhianat selamanya.

(- mengutip PramoedyaAnantaNoer -)

Lihatlah dan nikmati,
Aku takkan memaki,
Aku takkan mencari,
Aku takkan memberi.

Biarlah nuranimu yang kan mengejarmu,
Di mimpi terkelam yang dapat terbayang,
Dan dia kan menangkapmu di akhir nafas,
Lalu membunuhmu perlahan dalam sesal.

Sabtu, 15 Agustus 2015

Jika Ini Cinta.

Jika ini cinta,
Bukankah ta seharusnya merasa lelah?
Bukankah seharusnya sepenuh tenaga bertahan?
Bukankah seharusnya penuh pengertian dan ampunan?

Ataukah ini cinta yang ta lagi membara?
Sebab tertiup angin terlalu kencang,
Hingga meredup ta lagi hangat,
Pun ta lagi bercahaya.

Jika ini cinta,
Bukankah seharusnya tenang dalam pelukan?
Mengapa terpisah amarah dan kepahitan?

Jika ini cinta,
Mengapa diam?

Jumat, 07 Agustus 2015

Ta' Peduli.

Tahukah kau?
Aku ta' bisa kau hancurkan.

Sebab hatiku ta' bisa kau temukan,
Walau pedih menikam,
Dan ucap pun sikapmu merajam,
Ta' gentar ku dibuatnya.

Mimpiku adalah jiwaku,
Jangan kau ganggu!!
Jangan kau rebut!!
Jangan pernah sekalipun!!

Hidupku bukanlah milikku,
Apalah gunanya kuharap kasihmu?
Sebab dahagaku,
Hanya bisa ditebus olehNya.

Terserah,
Apa yang telah kau duga,
Apa yang telah kau buat,
Apa yang telah kau kecam.

Sebab, walau panas meradang,
Ku kan tetap lari menerjang,
Dan biar badai menghantam,
Ku kan tetap tegar berjalan.

Terserah,
Apa yang hendak kau buat,
Kuanggap kau ta' ada.

(Memang begitu nyatanya.)

Kamis, 06 Agustus 2015

Tanpamu.

Tanpamu,
Apa arti tawaku?
Tanpamu,
Apa kan ada bahagiaku?

Meski harus kuakui,
Tanpamu,
Takkan ada tangis ini,
Tanpamu,
Tak mungkin teriris hati.

-hela-

Kau luka,
Kau cinta,
Kau pelangi,
Seusai badai.

Kau pelukan,
Kau hempasan,
Kau surga,
Dalam neraka.

Tanpamu,
Apa arti tawa dan tangisku?

Selasa, 04 Agustus 2015

Nafas Tertahan.

Bahagia adalah pilihan,
Hidup adalah pilihan,
Selalu itu yang mereka ucapkan,
Sepanjang yang kuingat.

Namun nyatanya ta' mudah,
Melalui waktu dengan senyuman,
Manakala nafas tertahan,
Sudah menjadi terlalu biasa.

Geram dan amarah,
Ta' lagi terasa perlu diungkap,
Bahkan air mata mengeras,
Jadi batu dingin di lubuk jiwa.

Hati yang beku,
Kini makin membatu,
Biru terbujur,
Bersama masa lalu.

Bila kasih terasa pedih,
Dan ampun hanya ironi,
Maka biar kutahan lagi nafas ini,
Dan nikmati hari berakhir dalam lirih.

Minggu, 02 Agustus 2015

Sudahlah.

Terkutuk diriku bila mengeluh,
Tentang duka derita,
Tanpa menghitung berkatNya.

Meski belati mengiris hati,
Dan luka ta' dapat seketika terobati,
Namun bukankah hidup memang seharusnya begini?

Melukai dan dilukai,
Menyakiti dan mengampuni,
Meninggalkan untuk ditinggalkan.

Toh, waktu ta' mungkin bisa terulang lagi,

Sudahlah,,
Jalani saja dan nikmati.

Atau mati.

Senin, 27 Juli 2015

Cinta Dan Air Mata.

Pun pagi ini,
Kureguk teh manis setengah dingin,
Yang terlupa karena tangis bayi.

Sambil menatap tubuh mungil,
Ku berharap waktu kan berhenti,
Beri sedikit lagi kesempatan tuk berpikir.

Jika kelak dia bertanya,
Mengapa mereka tak pernah ada?
Apa yang harus kukatakan?

Haruskah ku berkata jujur,
Karena hatiku terlalu hancur,
Dan malahan membatu?

Ataukah kudustai saja dia?
Sampai tiba saatnya,
Dunia kan langsung berkisah.

Tentang cinta,
Tentang air mata,
Tentang aku,
Yang terluka.

Selasa, 07 Juli 2015

Let Me Love You, Baby.

Let me love you,
Let me love you till i die,
Let me love you with all i have,
Let me love you.

God sent you as a gift to me,
Miracle from heaven,
That's how i saw you,
Not to be mine,
But to be loved,
Forever and ever,
Let me love you.

When they leave me all alone,
And my world's torn appart,
Maybe i feel there'a no need to stay,
But i suddenly change when i see your smile.

Let me love you and i'll be fine,
Let me love you with all my heart.

Cos there's nobody could handle my love,
And my fragile heart easilly to break,
But let me love you and i'll be fine,
Let me love you, only you.

When they hate me with no reasons,
Or maybe cos something i couldn't understand,
But when i look into your eyes,
I know that i love you more than ever.

Let me love you and i'll be fine,
Let me love you with all my heart.

Cos there's nobody could handle my love,
And my fragile heart easilly to break,
But let me love you and i'll be fine,
Let me love you, only you.

Let me love you,
Let me love you till i die.

Jumat, 27 Maret 2015

Tiga Bulan.

Hampir tiga bulan sudah berlalu,
Kuampuni kau yang dulu,
Kuobati luka yang membiru,
Kubalut hatiku dengan doa pilu.

Sepertinya kau berubah,
Apakah nyata ataukah khayal?
Could you change this fast?
Should I trust you 100% as before??
Or should I put my fragile heart aside??
Aku takut terluka (lagi, dan lagi).

Mungkin aku bisa mengerti (lagi),
Dan pastinya aku akan mengampuni (lagi),
Tapi bayi ini mungkin takkan bisa pahami,
Mengapa dicintai justru terasa sakit.

Minggu, 04 Januari 2015

Dengarlah.

Satu hari berlalu,
Lukaku belum sembuh,
Meski hatiku mengampunimu,
Masih saja air mata terjatuh.

Kesetiaan ini ta perlu kau pertanyakan,
Cinta ini milikmu sepenuhnya,
Namun masih juga kau lihat celaku,
Dan memilih untuk menyakitiku.

Tidakkah cukup tahun-tahun yang dilalui berdua,
Berjuang bersama atas nama cinta yang kau tawarkan,
Mengejar impian berdua tanpa takut dera dunia,
Kau tetap genggam tanganku dan katakan cinta.

Mengapa hari-hari terakhir ini berbeda?
Kau tinggalkan aku di saat tersepiku,
Kau diamkan aku seolah aku bukan belahan jiwamu,
Jika cintaku ta cukup,
Tidak bisakah kau melihat Tuhanmu,
Dan tetap mengasihiku?

Masa lalumu t'lah kuampuni,
Kuyakin Tuhan pun sudah mengampuni,
Tapi dapatkah kau mengampuni dirimu sendiri?
Dapatkah kau kembali genggam tanganku,
Dan berlari menuju masa depan bersamaNya.

Jika kau ta ingin mendengar suaraku,
Kumohon dengarlah suaraNya.

(dari aku yang akan selalu mencintaimu).

Sabtu, 27 Desember 2014

Hari ke-105

This is the moment when i can't understand,
When i lose my smile,
When i think maybe on a minute you'll leave,
When i feel i loose my feeling and hope,
The moment when i hate myself to hate you.

Why don't you stop blamming on me?
I'm your lady not your alarm,
Your love not your maid,
Your choosen not your garbage bin,
Stop blame me!

Be an adult,
Grown up!

I can't be perfect,
If i always forgive you,
When you cheat,
You leave without reason,
You hit and shout,
And i always forgive,
Why don't you start to forgive me now?

I'm not perfect,
Neither you.

Selasa, 23 Desember 2014

Hari ke-100

Seperti sekelebat bayangan,
Memori itu melewati kita,
Apakah cinta itu pernah ada?
Atau tak lebih dari rasa iba?

Siapa yang bisa disalahkan?
Aku yang terlalu naif mencinta,
Atau dirimu yang ta' mampu setia?
Tuhan toh ijinkan semua menimpa.

Ku t'lah menduga sejak lama,
Kau belumlah siap memulai dari awal,
Namun Tuhan malah berikan kita titipan dari surga,
Apa yang harus kuperbuat?

Jika bisa memilih,
Ku ingin mengakhiri,
Melupakan semua mimpi,
Yang pernah kupercayai.

Namun bayi ini membutuhkanku untuk kuat,
Meskipun aku sudah enggan mencoba.

Jika bisa mengulang,
Ku ingin hari indah itu ta' pernah ada,
Biar ta' perlu ku luka dan musnah,
Dan bayi ini pun ta' perlu ikut merasakan derita.

Seperti sekelebat bayangan,
Kau buang aku dan lalukan harapan,
Seolah kau Tuhan atas hidupmu.

Yah,,
Mungkin memang benar,
Selama ini kau tuhan atas hidupku,
Dan kini hidupku hancur.

Senin, 22 Desember 2014

Ketika Aku Mengandung

Ketika aku mengandung,
Kau lukai aku dengan caramu yang dulu,
Seolah hatiku tertutup kasih janinku.

Lalu kau pertanyakan kepandaianku,
Serta kekuatanku menghadapi derita,
Seolah ku baru mengenalmu,
Dan ta' pahami bahasa tubuhmu.

Ketika aku mengandung,
Kau berbuat semaumu,
Seolah yang kubutuh hanya keturunanmu.

Aku perempuan ingin di-puan,
Bukan untuk dibuang,
Atau dibuat luka,
Aku perempuan yang mencinta,
Tak mengerti khianat,
Apalagi dusta keparat.

Ketika aku mengandung,
Buah cinta ku yang kukira milik kita,
Kau hanya berlalu memalingkan wajah,
Seolah aku ta' bernyawa,
Bukan untuk dianggap ada.

Minggu, 21 Desember 2014

Hari ke-99

Semoga kau kan ingat,,
Kau sudah pernah mendapatkan kesempatan itu,
Dan ketidaksabaranku bukan hanya karena kejadian hari ini,
Namun mungkin kau belum siap mencinta,
Belum siap berubah.

Semoga kau kan paham,,
Setiap kata yang kau ucapkan padaku,
Dan ternyata juga kau ucapkan padanya,
Bukanlah kata-kata yang seharusnya diumbar,
Sebab cinta dan kasih sayang haruslah berarti sesuatu,
Haruslah memberikan sepenuhnya hati pada seseorang,
Bukan kepada semuanya.

Semoga kau kan menyimpan,,
Semua cinta yang pernah kupersembahkan,
Kesetiaan yang telah aku jaga mati-matian,
Dan kerinduan yang selalu kukubur di gelap malam,
Sebab aku mungkin ta' selamanya ada,
Dan bayanganku mungkin akan lenyap ditelan kelam.

Semoga kau kan menerima,
Cintaku hanya untukmu,
Dari awal hingga sekarang,
Namun ketika kasihmu ta' hanya untukku,
Maka aku dan kau bukanlah lagi kita.

Kutitipkan sepenggal kisah cintaku yang lara,
Untuk jadi bagian dari hatimu yang beku.

Jika kau bahagia dengannya,
Kumohon jadikan aku yang pertama mengetahuinya,
Sehingga kutau ku ta' layak bertahan,
(Mungkin memang ta' perlu berjuang!?)
Dan akan kurelakan kau dan segenap kenangan,
Biar jadi mimpi buruk di malam yang panjang,
Yang mungkin bisa kulupakan,
Ketika bahagiaku datang.

Selasa, 16 Desember 2014

Hari ke-93

Salah satu alasan saya tidak mau menjalin hubungan (apalagi menikah!!) dengan orang militer adalah karena saya tahu, saya tidak sanggup tiba2 ditinggal malam2 sendirian, tanpa alasan yang masuk akal, dan tidak jelas sampai jam berapa, hanya karena seseorang memanggil. Apa gunanya menikah jika masih harus sendirian?

Bagaimana bisa memuliakan Tuhan dengan pernikahan, apabila saya masih kesulitan mencari alasan mengucap syukur atas kepergiannya? Apakah menikah hanya untuk mengubah status dan menyenangkan hati orang lain? Atau sebenarnya kita sedang menjebak diri sendiri dalam belenggu yang kita kunci sendiri?? Bagaimana bisa menikah adalah ibadah, ketika seringkali hanya keluhan yang sanggup disampaikan??

Dan ternyata dugaan saya salah. bukan orang militer pun sanggup melakukan hal itu. Asal punya kesempatan, niat dan sedikit ketegaan.

Helloooo,, I'm pregnant,,,,

Hmmm,, it's okay.
I've learn to stop believin' hope for years, i can do it again.