Tampilkan postingan dengan label quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label quote. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2016

Cukup.

Semua orang punya prioritasnya masing-masing. Dan tidak ada yang bisa mengubah atau mempengaruhi keputusan seseorang untuk memilih apa yang menjadi prioritasnya.

Lately,,, tanpa bermaksud menggalau, aku sedang diuji mengenai prioritasku. Dan itu bukan memilih antara sepatu hitam atau biru donker, yang jelas-jelas beda tipis. Dan bukan juga memilih marah atau diam.

Kali ini, aku diuji mengenai prioritasku tentang mendahulukan apa yang Tuhan mau, atau apa yang kurasa benar dan sebelumnya selalu kulakukan.

I was born to be tipically over thinking person. Aku memikirkan segala sesuatu jauuuuuh ke depan. Memikirkan segala resiko ke kanan kiri depan belakang atas bawah.

Pastinya hal itu akan berlawanan dengan kebanyakan orang yang kebetulan ada di dalam hidupku, dan dekat di hatiku. Dan menghadapi orang-orang yang menggampangkan (bagiku), yang tidak peduli, yang santai, yang menyepelekan, yang suka menjadi pusat perhatian, yang jarang serius, dan bertindak sebelum berpikir, yang biasa menjadi pusat perhatian, dll, dsb, dst,, sangat sulit!!

Bagiku sangat sulit untuk tidak menjadi reaktif. Cos I used to think about what others feel about what i did. So i hate when people dont think about what i feel when they wanna do something. Sangat logis kan?

Lagi-lagi.... ini masalah prioritas. And I cant push someone to prioritize what i feel. (Or what i think is right.).

Dan aku memilih untuk memprioritaskan apa yang Tuhan mau aku lakukan. Menjadi tidak reaktif dan lebih responsif. Menjadi lebih cerdas dalam menyikapi perasaan kecewa dan mengubahnya menjadi ucapan syukur. Menjadi lebih positif dalam melihat segala sesuatu.

Karena bahagiaku bukan ditentukan oleh apa yang kumiliki atau memilikiku. Bukan pula ditentukan oleh mampu atau tidaknya aku melakukan segala sesuatu. Terlebih lagi bukan ditentukan oleh ada atau tidaknya segala sesuatu yang -fana-.

Aku, dengan Tuhan-ku. Selayaknya, cukup.

Selasa, 10 November 2009

QOTD

"When you've found a reason to walk away,
never look back...
Just keep walking.
It's better to get lost moving on,
than to get stuck and stranded broken."
NN

Senin, 17 Agustus 2009

Jumat, 26 September 2008

in the end of my life

And in the end it's not the years in your life that count.
It's the life in your years.

(Abraham Lincoln)

When i read this quote, i was thinking. What kind of life I've been living?

If it's about serious life, chasing my dream and follow my heart, yes.. i already did. But where's happiness? Why i always feel empty and somehow i feel lonely in this crowded world around. What's missing?

I have my own life, my own room, my own money, boyfriend, etc. But why i feel uncompleted?

Looks like i miss a part of me. Runaway in a world without limit, where's no pain, sorrow, hurt and tears.

And in the end of my life.. how is my life will be counted, if i have no such a life to be count?


Rabu, 24 September 2008

love is

love is a mixture between joy and pain,
and it's finishing by tolerance foam.

(christie veronica)

when we love someone, we will feel joy and pain in the same time.
joy.. cos we have found someone to love and can love us back.
but pain, cos fear of lossing.

but above all..
we realy need to tolerance and understand each other.
so we can keep our love warm in our heart forever.

Jumat, 19 September 2008

something 'bout love

u can close ur eyes,
but u can't close ur heart.

and when u open ur eyes,
u'll find love.

but remember..
from the second u start to love (someone),
u must ready to hurt.

Rabu, 17 September 2008

Kamis, 04 September 2008

bersyukur, bersyukurlah jiwaku.

...

ta' malukah engkau pada ibumu?
yang bangun lebih awal menyiapkan harimu,
yang menghitung keping receh merajut masa depanmu..

ta' malukah engkau pada ayahmu?
yang berusaha jadi tegar sekokoh karang,
bahkan terkadang mengeras ta' tergerus ombak,
demi memberimu rasa aman yang kau benci..

ta' malukah kau pada pahlawan2 ta' dikenal?
yang kehilangan nyawa dan kenikmatan dunia,
demi memberimu kesempatan merangkai masa depan,
dengan merdeka..
dan ta' terkekang.

sejauh apa kita t'lah bersyukur?
cukupkah dengan doa?

tidak.

kurasa doa saja ta' kan pernah cukup.

apa yang t'lah kau berikan pada mereka?
apa yang t'lah kau berikan pada indonesia?
apa yang t'lah kau berikan pada dunia?

dan yang terpenting..
apa yang t'lah kau berikan pada dirimu?
apakah kebahagiaan semu di masa muda,
ataukah harta ta' ternilai dari Tuhanmu?..

bersyukur ..
bersyukurlah jiwaku..

walau remuk hatimu,
walau linu tulangmu,
walau ta' ada satupun menjadi penolongmu..

bersyukur..
bersyukurlah jiwaku..

setidaknya kita punya harapan,
setidaknya kita punya kesempatan..
tuk buktikan pada diri sendiri,
bahwa kita mampu!

aku mampu menjadi aku yang terbaik.