Minggu, 21 Desember 2014

Hari ke-99

Semoga kau kan ingat,,
Kau sudah pernah mendapatkan kesempatan itu,
Dan ketidaksabaranku bukan hanya karena kejadian hari ini,
Namun mungkin kau belum siap mencinta,
Belum siap berubah.

Semoga kau kan paham,,
Setiap kata yang kau ucapkan padaku,
Dan ternyata juga kau ucapkan padanya,
Bukanlah kata-kata yang seharusnya diumbar,
Sebab cinta dan kasih sayang haruslah berarti sesuatu,
Haruslah memberikan sepenuhnya hati pada seseorang,
Bukan kepada semuanya.

Semoga kau kan menyimpan,,
Semua cinta yang pernah kupersembahkan,
Kesetiaan yang telah aku jaga mati-matian,
Dan kerinduan yang selalu kukubur di gelap malam,
Sebab aku mungkin ta' selamanya ada,
Dan bayanganku mungkin akan lenyap ditelan kelam.

Semoga kau kan menerima,
Cintaku hanya untukmu,
Dari awal hingga sekarang,
Namun ketika kasihmu ta' hanya untukku,
Maka aku dan kau bukanlah lagi kita.

Kutitipkan sepenggal kisah cintaku yang lara,
Untuk jadi bagian dari hatimu yang beku.

Jika kau bahagia dengannya,
Kumohon jadikan aku yang pertama mengetahuinya,
Sehingga kutau ku ta' layak bertahan,
(Mungkin memang ta' perlu berjuang!?)
Dan akan kurelakan kau dan segenap kenangan,
Biar jadi mimpi buruk di malam yang panjang,
Yang mungkin bisa kulupakan,
Ketika bahagiaku datang.

Selasa, 16 Desember 2014

Hari ke-93

Salah satu alasan saya tidak mau menjalin hubungan (apalagi menikah!!) dengan orang militer adalah karena saya tahu, saya tidak sanggup tiba2 ditinggal malam2 sendirian, tanpa alasan yang masuk akal, dan tidak jelas sampai jam berapa, hanya karena seseorang memanggil. Apa gunanya menikah jika masih harus sendirian?

Bagaimana bisa memuliakan Tuhan dengan pernikahan, apabila saya masih kesulitan mencari alasan mengucap syukur atas kepergiannya? Apakah menikah hanya untuk mengubah status dan menyenangkan hati orang lain? Atau sebenarnya kita sedang menjebak diri sendiri dalam belenggu yang kita kunci sendiri?? Bagaimana bisa menikah adalah ibadah, ketika seringkali hanya keluhan yang sanggup disampaikan??

Dan ternyata dugaan saya salah. bukan orang militer pun sanggup melakukan hal itu. Asal punya kesempatan, niat dan sedikit ketegaan.

Helloooo,, I'm pregnant,,,,

Hmmm,, it's okay.
I've learn to stop believin' hope for years, i can do it again.

Rabu, 03 Desember 2014

Hari ke-80

And she's back!!

With all of her insanity,
Her fluctuative emotion,
Her immaturity,
(On her age?!?)
And i'm sick of it.

Didn't we already split our way?
Why should you back?
Why you try to destroy life,
When i'm on my way to fix the shits?

What do you want?
Is it the baby in my belly??

Stop arguing or complaining,
You're the one that went away,
Not me!

Don't ask me to beg,
For what you regret.

Jumat, 28 November 2014

Hari ke-76

mungkin memang bukan takdir kita,
hadapi saja,
kau dan aku,
terlalu luka tuk disembuhkan.
sebab masa lalumu mengoyakmu,
dan masa laluku menahanku,
kau dan aku,
terlalu hancur tuk disatukan.
kini,,,
aku memungut sisa-sisa keberanian,
mengumpulkan serpihan kekuatan,
untuk berdiri tegar,
ketika bayangmu memudar.
...
dan tangis pun pecah,
seolah tidak ada lagi kesempatan untuk meratap.
sebab hidupku berharga baginya,
sebab senyumku adalah hidupnya,
sebab nafasku adalah nafasnya.
kuat sayang,
bertahanlah cinta.
love you my baby.

Hari ke-75

Berjuta kali mengatakan ke diri sendiri,,
"Hadapi kenyataan!! Dasar wanita lemah!!
Kau hampir mati karena cinta.
Bodoh!!"
Dan tetap saja aku terseok tak tentu arah,
Mengais-ngais sisa kasih Tuhan,
Berusaha memegang iman,
Bahwa rencanaNya sungguh indah pada akhirnya.
Akhir yang mana?...

Jumat, 10 Oktober 2014

H+26

Seketika!! Ku tergilas roda waktu,
Tak sisakan nafas tu' dihirup,
Dan ketika teringat mimpi itu,
Tersedulah aku menahan pilu.
Banyak kata tersirat di pikiran,
Namun bibir kelu enggan bicara,
Salahkah jika ku hanya ingin diam?
Ketika dunia mulai menjemukan.

Senin, 22 September 2014

H+8

Yang pertama, karena kawan.
What else can it be?
Sudah terduga dari awal,
Secinta-cintanya dia,
Hanya sedikit lebih besar,
Ketimbang cinta kepada kawan.
Kadang kupikir,
Lebih baik kutitipkan saja rasaku pada angin,
Biar disampaikannya kepada kawan di hati,
Sudah tua namun mengapa tak mampu berdiri sendiri?!?
Hidup adalah pilihan,
Jika sudah memilih,
Mengapa masih berat?
Apa yang harus dipertanyakan lagi?