Jumat, 15 Agustus 2014

H-29

H-29 and we're fighting bout fitting my dress. Seingatku, sudah disepakati akan fitting tgl 17 Agustus ini. Eh dengan tidak bersalah, cintaku itu terima event sosial, dan bilamg, fitting kan bisa kapan saja, minggu depan kek, minggu depannya lagi.
Hmmm,, speechless jadinya. Apa semua pasangan yang akan menikah seperti ini ya? Semudah itukah mengucapkan hal ini ketika sudah tinggal menghitung hari yang kurang dari 1 bulan dan 3 weekend ini??
Menyepelekan sekali sepertinya ya?
Memang sih event sosial itu ga setiap bulan atau tahun ada. But heeyy,, this is your marriage!! Kita tidak berharap ini diadakan tahunan kan??
Oh God, pls give me patience. I'm enough with this checklist and billing, etc. Now i have to face this???! And he talked bout my physical condition, that i never tried to take care of my body. OMG. Selama ini aku bangga karena dia tidak pernah memasalahkan fisik. Dan sekarang?? Mendadak jadi penting.
Lagipula, tidakkah dia sadar porsi makanku jauuuh berkurang, bahkan di saat aku sebenarnya lagi sakit. Huff. Better i stop talking. It just hurt me more.

Rabu, 13 Agustus 2014

H-30

Makin dekat, rasanya makin antusias dan berdebar. Meskipun persiapan baru 50%. Tapi yakin dan terus berdoa saja, jika memang harus terjadi, ini akan terjadi. Money wouldn't separate me from His love.

Setelah semua masalah perduitan tuntas, i will tell you all our plans and how it will be executed. Wish us luck.!! Untuk pembukaan, inilah pelaminan impianku beserta rencana dekorasi taman depannya :




Minggu, 03 Agustus 2014

We're Fall.

~ The Bouquete ~

~ Us ~

One Step Closer.

Akhirnya,,
One step closer, love.
Selangkah lagi menuju bahagia,
Meski orang bilang takkan mudah,
Namun ku ta mau menyerah,
Seperti kau ta menyerah berusaha mencinta.
One step closer, love,,
To the end of past,
And a brand new start.

Sabtu, 19 Juli 2014

Berharap Kejujuran.

Ada kalanya,,,
Ku bertanya kenyataan dan berharap kejujuran,
Namun kadang berdusta jauh lebih mudah,
Dan sering kali butuh keberanian tuk ungkap kebenaran.
Maka kuserahkan jawabnya pada Tuhan,
Biar Dia dengar dan putuskan,
Karena percaya bukan karena kejujuran,
Dan kebohongan bukan urusan manusia.
Kubiarkan masa lalu berlalu,
Dan masa depan dirangkai berkabut,
Tetap menaruh iman penuh,
Walau kadang hidup membuatku jatuh.
Karena tangisan adalah milik yang kuat,
Dan luka selalu melekat pada yang tegar,
Namun pedihnya akan memudar,
Ketika terujar ampunan dan sujud ku berdoa.

Sabtu, 10 Mei 2014

Kenangan di Bali, 22-26 April 2014

Bukan tentangku,
Ini tentangmu.
Hatiku terluka dalam,
Kau goreskan lagi di dada,
Mengapa kau tega,
Menghancurkan segala impian.
Dimana hatimu?
Dimana pikirmu?
Tidakkah hidup kita terlalu berarti?
Tidakkah cinta kita sudah cukup buatmu?
Aku letih mencari,
Pun habis tenagaku tuk menanti,
Akhiri tangis ini,
Sudahi petualanganmu,
Bukankah kini saatnya pulang?
Kamu cintaku,
Dan kamu juga pedihku,
Kamu pencobaanku,
Kamu pula pelipurku.
Cukuplah kau bersikap,
Seolah cinta dapat tumbuh dan berakar,
Tanpa dipupuk.
Aku wanita,
Layak dicinta,
Aku wanitamu,
Jagai hatiku.